Sabtu, 23 Februari 2013

Posted by sahal activities On 05.59
I am Indonesian's Bioengineer : Orang yang masuk ITB itu waktu SMA-nya ngapain aja...
sehingga berbahaya kalau membacanya cuma sekilas

1. Ahli Bimbel atau Pakar Bimbel
Sebenernya awal mula menulis tulisan ini tuh mau membahas topik ini doang, topik tentang ahli bimbel. Namun karena banyak pikiran melayang-layang datang tanpa diundang membuat topik ini menjadia melebar.

Foto di depan Gerbang ITB Ganesha

Sebenernya Kemampuan fundamental saat ikut SBMPTN dan seleksi ITB tentunya adalah mengerjakan soal. Mau gimana lagi, saat tes aja langsung disuguhi lembaran soal yang entah berapa banyak soalnya. Dulu malah pas seleksi USM ITB malah aku dapet soal tes yang mirip sekali dengan koran, karena saking banyaknya.

Paham teori saja tidak menjamin, karena ujung-ujungnya kalau tidak bisa ngerjain soal SBMPTN juga tidak akan diterima. Namun sebaiknya paham teori sekaligus bisa menerapkan teori tu dalam soal-soal. Mengapa? Karena ada beberapa orang yang setelah masuk ITB kelabakan saat ujian-ujian di ITB, karena di ITB bisa mengerjakan soal saja tidak cukup, teori menentukan keberhasilan mengerjakan soal yang hitung-hitungan.

Jadi, percaya deh apa yang kamu lakukan selama di SMA tidak akan percuma setelah diterima disebuah kampus.

Terus mengapa anak-anak bimbel banyak diterima di kampus-kampus impian mereka? Kalau menurut pandangan pribadi saya sih karena mereka selalu dilatih mengerjakan soal, terus ada pembahasan setelah mengerjakan soal-soal tersebut. Pada dasarnya yang utama adalah MENGERJAKAN SOAL. Karena kebanyakan anak itu paham teori setelah mengerjakan soal.

Saya sih tidak menganjurkan ikut bimbel. Dulu malah saya punya misi pengen membuktikan bahwa tanpa bimbel saya bisa masuk kampus favorit di Indonesia. Misi ini karena saya agak sakit hati karena bimbel hanya diperuntukkan untuk yang punya uang (yaiyalah...) sedangkan yang tidak punya uang seperti saya hanya dapet ilmunya dari sekolah saja dan untuk bersaing di SNMPTN kemungkinan kalah sama yang ikut bimbel. Dari semangat itu, saya mulai banyak mengerjakan soal-soal SNMPTN Tahun lalu secara mandiri. Dulu saya mempunyai targetan tiap minggunya harus melahap berapa soal. Setelah diterima di ITB baru nyadar telah ngerjain sekitar 3000-an soal kimia, fisika, biologi, matematika dan soal STAN(Untuk mengasah logika kita, atau jalan terakhir kalau tidak dapat universitas #sambilMenyelamMinumAir).

2. Agamis
Anak yang masuk ITB bukan cuma yang suka ngerjain soal atau yang pinter-pinter, banyak juga yang ahli Ibadah masuk ITB juga. Banyak anak penghafal al quran atau hafidz yang juga diterima ITB. Seperti yang saya lihat di Masjid Salman ITB. Banyak tiap sore atau malam yang menguji hafalannya kepada Hafidz yang lebih tua.

Jadi jangan takut kalau ingin masuk ITB. Ada juga yang sering shalat tahajud dan shalat dhuha. Tapi niatnya juga harus diperbaiki, jangan beribadah hanya untuk biar keterima ITB, pahala sama ITB nya malah tidak dapet entar.

3. Pas SMAnya memang Super Jenius
Mereka belajar tidak belajar tetap aja bisa. Tapi kejeniusan sesorang tidak menjamin bisa masuk ITB, karena Tuhan Maha Adil. Percayalah!

4. Orang tidak mampu
Banyak anak yang dari keluarga tidak mampu menjadi lebih semangat belajarnya. Aku dulu malah kepikirannya bahwa semakin besar kampusnya, semakin banyak beasiswanya :D. Tapi entahlah ini bener atau tidak.

Kalau menurutku, jumlah orang tidak mampu yang masuk ITB semakin lama semakin bertambah. Ini karena di ITB banyak beasiswa yang kriterianya cukup ketat, seperti Bidik Misi yang quotanya mencapai 900 pertahun. ITB menggratiskan seluruh biaya kuliah.

5. Diam-diam menghanyutkan
Pas SMAnya biasanya biasa-biasa aja, ga pernah ranking aataupun ikut lomba. Tapi pas seleksi masuk ITB, eh malah diterima. Jadi jangan takut deh masuk ITB :D (ga nyambung)

Kalau ini jangan sampe dicontoh ya...

1. ITB hanya coba-coba, eh ternyata kecantol masuk
Banyak nak sih yang pas pendaftaran masuknya hanya coba-coba. terus di ITB malah bingung mau ngapain, hehe.

2. Anak yang punya cuma 1 fakultas pilihan dan ternyata masuk di pilihan kedua yang ngisinya aja diisikan temen karena saking ga ada pilihan.
Lumayan banyak sih anak yang pas SMAnya dulu cuma punya 1 pilihan fakultas saja. Karena saking getolnya pada fakultas tersebut seolah-olah ga ada fakultas lain deh, dihatinya cuma itu doang. Dan ujung-ujungnya malah keterima dipilihan kedua yang sama sekali cuma sekedar pengisi kekosongan. Jadi kalau ngisi pilihan fakultas pikirin juga pilihan keduanya.

Malah ada juga yang pilihan keeduanya dipilihin teman atau bahkan diisikan temen, hehe.

3. Anak yang ngisi form SNMPTN nitip ke temennya
Ini yang pas SMAnya sadis banget, daftar SNMPTN didaftarin temen. Pokoknya ini kawasan yang tidak boleh dicontoh :D.

4. Anak yang diajak temen daftar ITB malah dianya yang keterima.
Ini yang paling sadis,............................... namun semua orang berhak masuk ITB. Kalau tidak cukup punya uang untuk kuliah, ada banyak beasiswa, saya sarankan ikut beasiswa Bidik Misi ITB yang terus kekurangan orang tidak mampu. Jalan masuk ITB itu banyak, tidak itu-itu melulu. Kalau punya mimpi untuk masuk ITB, kejarlah. Bagaimanapun jalan kita untuk masuk ITB aneh-aneh, tapi aku yakin disitu tetep ada suatu usaha yang membuat orang itu pantas diterima di kampus ini. Buatlah dirimu pantas diterima!


#syamsGOEStoMASTERagriculturalengineering

Minggu, 17 Februari 2013

Posted by sahal activities On 20.30
 1. Dulu waktu saya masih kecil masih heboh-hebohnya yang namanya "Lenong bocah", Trio wek-wek,  Joshua yang imut dengan air yang diobok-obok. Kini dunia musik anak-anak telah di infiltrasi dengan boyband, lagu-lagu galau. Hal tersebut mempengaruhi perkembangan mental si bocah dan dikhawatirkan dapat mengakselerasi pola pikir menuju kedewasaan yang belum waktunya.
2. Setiap sore pergi mengaji dan tadarus di TPQ, sedangkan anak-anak jaman sekarang lebih suka di rumah, nonton coboy junior atau grub-grub boyband girlband sejenis. (parah..parah).
3. zamanku dulu banyak mainan tradisional masih bertebaran, hehe contohnya kehkehan (gasing), mainan petak umpet, betheng, cirak (pake kelereng), dsb. sedangkan anak-anak sekarang lebih suka ngabisin duit utk maen PS atau nongkrong di warnet (hayyo..liat apa dek???)
4. masih ingat kalo masa kecilku itu kagak ada anak yang punya hape, apalagi di bawa ke sekolah. namun sekarang banyak anak-anak SD udah punya hape sendiri. Ada kisah di sekolah dasarku beberapa waktu lalu, seorang anak kecil membawa hape dan ketahuan bapak guru. Setelah dibuka, ternyata terdapat "file" yang tidak seharusnya di konsumsi seumuran dia. setelah ditelusuri dan di introgasi, ternyata file tersebut berasal dari handphone ortunya. (makanya bapak ibu hapenya dijaga kalo di isi yang begituan, ntar di bluetooth putranya lho.)
Posted by sahal activities On 19.39


Masyarakat Indonesia pada umumnya pasti kenal dengan sosok yang satu ini. Bacharuddin Jusuf Habibie, seorang Ilmuan kelahiran Gorontalo yang telah mengukir sejarah sebagai salah satu putra terbaik bangsa ternyata tak lepas dari sajadah. Hal ini terbukti saat ia menjabat sebagai Menteri Riset dan Teknologi, di dalam kantornya terdapat tempat khusus beribadah lengkap dengan sajadahnya. Hal ini memang bisa dimaklumi, beliau sendiri pernah bertutur bahwa hal itu terjadi karena ia sangat mengagumi ayahnya. Ayah Rudi Habibie (sebutan B.J Habibie) yaitu Aloe Habibie adalah salah seorang pemuka agama, Imam Masjid di daerahnya. Aloe meninggal   saat mengimami sholat dalam posisi sujud, hal itu membuat seluruh anak aloe terkejut, sedih sekaligus kagum, termasuk Rudi. Sejak saat itu Rudi sangat giat beribadah dan mengamalkan ajaran islam.

Minggu, 20 Januari 2013

Posted by sahal activities On 19.51
 


Pernah aku mendengar bahwa departemen agama merupakan sarang dari  soeharto-soeharto yang telah dicetak  oleh dunia pendidikan yang jenius di Indonesia.  Semua orang banyak tau, kalau penguasa orde baru itu salah satu orang teristimewa dan langka didunia, tatapannya selalu mengandung makna klenik yang ditafsirkan oleh para “penjaganya” sebagai titah seorang raja. Si Muka “poker face” yang  dijuluki bapak pembangunan bangsa ini telah berhasil mencetak kader-kader baru sebagai hasil kloningnya yang fenomenal. Entah sudah berapa banyak  pak harto mengkloning dirinya, tapi terbukti semakin lama semakinmaju bangsa ini. Kita menjadi bangsa yang unggul di dunia mengalahkan amerika sebagai Negara Adidaya, menindas Israel yang dungu itu. Yah kini masa reformasi yang digembar-gemborkan menjadi masa kebebasan, dan kemerdakaan, pemimpin-pemimpinnya adalah klon2  soeharto yang punya prestasi nobel tingkat wahid dan pantas dijuluki bapak-bapak  pembangunan baru. Nah, kenapa begitu. Tingkat korupsi sebagai swasembada utama bangsa Indonesia merupakan produk yang tak tertandingi dan menjadi ikon nasional.

Minggu, 13 Januari 2013

Posted by sahal activities On 19.27
I am Indonesian's Bioengineer : Jalur Masuk ITB 2013: Sumber gambar : http://www.deviantart.com/ ITB Jadinya hanya membuka 2 jalur seleksi : 1. SNMPTN (raport) Yang dipertimbangkan yaitu n... goresan pena

Rabu, 02 Januari 2013

Posted by sahal activities On 18.31

Minggu, 25 November 2012

Posted by sahal activities On 20.14

Minggu, 04 November 2012

Posted by sahal activities On 03.10

1. Hairy Saki

Monyet yang hidup di lembah sungai amazon ini kebanyakan tinggal di pohon. mereka juga dikenal sebagai monk saki karena bulu kepala mereka berbentuk seperti topi pendeta (monk's cowl), hairy sakis sangat jarang terlihat di tangkap karena sifat mereka yang panikan. Mereka cenderung panik dan mati karena ketakutan ketika ditangkap.
2. Aardwolf

Mamalia afrika yang menyerupai hyena kecil. Namanya Aardwolf yang berarti 'earth wolf' karena dia tinggal di liang tanah.

 3. Argali

Domba liar terbesar (tingginya kurang lebih 120 cm) yang mempunyai tanduk yang besar dan tergulung, berasal dari asia tengah (Siberia, Mongolia, dan Tibet, mereka terancam punah, karena sering diburu dan digunakan dalam pengobatan cina.

4. Douroucouli

Dikenal juga dengan monyet burung hantu karena mereka mempunyai mata coklat yang besar, hewan ini merupakan satu-satunya monyet nocturnal (hewan yang mencari makan pada malam hari). Mereka berasal dari Amerika Tengah dan Selatan.

5. Soulslik Eropa

Soulslik adalah nama eksotis yang diberikan kepada tupai tanah eropa dan asia. mereka tidak terlihat seperti tupai dan hewan pengerat pada umumnya, karena makanan mereka adalah daging yang amat besar (tentunya dalam ukuran mereka), seperti burung-burung kecil, dan tikus.
6. Fossa

Fossa adalah hewan terbesar dalam anggota musang (panjangnya kurang lebih 1.5 m) dan merupakan karnivora terbesar dari asalnya, madagaskar. mereka mempunyai kulit khusus berwarna coklat-jingga.

7. Lesser Grison

Karnivora yang jarang diketahui orang, mereka hidup di patagonia dan negara-negara amerika selatan, panjangnya 30 cm, dengan bulu hitam dan abu-abu, mereka sedikit terlihat seperti berang-berang, di peru mereka dijinakkan seperti musang, dan dilatih untuk memburu tikus.

8. Moon Rat

Disebut juga sebagai landak berbulu, hewan yang terlihat aneh ini berasal dari asia tenggara, bulu mereka yang berwarna coklat tua atau hitam kontras dengan wajah mereka yang berwarna putih, mereka juga mempunyai hidung yang panjang dan bau, dengan panjang sekitar 25 cm, mereka merupakan insectivora terbesar.

9. North American Cacomistle

Berasal dari amerika serikat bagian selatan, cacomistle adalah hewan kecil dan pemalu, kadang-kadang disebut sebagai tupai kucing atau kucing ekor-cincin karena ekor mereka yang panjang dan bergaris membentuk seperti cincin. Cacomstile berasal dari bahasa Nahuatl yang berarti half-cat atau half mountain lion.

10. Pink Fairy Armadillo

Ini adalah armadilo peri, mempunyai panjang 120 mm. mereka hidup di bawah tanah dan jarang terlihat, dan hampir tidak pernah tertangkap, mereka hebat dalam melarikan diri, dengan kemampuannya yang bisa menggali diri mereka ke dalam tanah secara cepat dan bersembunyi dari serangan musuh.

 

Minggu, 27 Februari 2011

Posted by sahal activities On 05.09

Sejak Shannon-Weaver menerbitkan tulisan-tulisan mereka, berbagai kajian tentang informasi pun meluas ke segala bidang kehidupan. Bahkan, teori informasi memicu serangkaian penelitian di bidang biologi, misalnya dilakukan oleh Gatlin (1972) yang menyatakan bahwa DNA mahluk hidup melakukan fungsinya sebagai sebuah proses informasi dan sebab itu teori informasi matematika dapat dipakai sebagai teori biologi. Kemudian juga ada Holzmuller (1984) yang melakukan kuantifikasi informasi dan membedakan antara wadah-pembawa atau wahana (carrier) dan kandungan-isi (content).

Dalam biologi DNA (deoxyribonucleic acid) adalah unsur dasar keturunan setiap mahluk. Sebagai sebuah sistem, DNA memiliki semacam kode untuk menginstruksikan pembuatan protein-protein tertentu. Protein ini kemudian menentukan struktur dan cara kerja sebuah organisme. Setiap spesies di semesta ini punya kombinasi protein yang unik, yang menentukan perbedaan antara satu mahluk dari mahluk lainnya.

Menurut Holzmuller, setiap DNA menyimpan informasi dalam bentuk kelompok-kelompok molekul dasar (base molecules). Informasi yang terkandung di dalam sebuah DNA ini dapat dihitung. Pertambahan informasi yang terjadi selama evolusi sebuah DNA, dengan demikian, dapat dihitung pula. Sejalan dengan waktu, informasi ini semakin panjang dan rumit. Dalam konteks evolusi, maka mahluk hidup yang berada di tingkatan evolusi paling tinggi akan memiliki informasi genetik paling rumit. Sekaligus, mahluk itu juga akan punya kemampuan lebih pandai dalam memberi respon, beradaptasi terhadap, maupun memanipulasi, lingkungannya.

Memang, dari sisi pandang biologi, semua mahluk hidup merupakan hasil konstruksi kimiawi yang pondasinya ada dalam bentuk asam nukleat (nucleic acids), protein, karbohidrat dan lemak. Dalam biologi, asam nukleat berbentuk DNA dan RNA (Ribonucleic acid, sebuah komposisi kimiawi yang terdapat dalam sel dan memainkan peran penting dalam membuat sintesa protein dan pembentukan-pembentukan kimiawi) adalah unsur-unsur pembawa informasi sebab mereka mengandung kode-kode tertentu. Penelitian biologi molekular sudah lama menemukan bahwa setiap molekul DNA memiliki serangkaian kode untuk memberi instruksi kepada tubuh agar memproduksi protein-protein tertentu. Protein ini menentukan struktur mahluk hidup yang bersangkutan dan dengan demikian ikut menentukan kemampuan mahluk beradaptasi dengan lingkungan.

Goonatilake (1991) membahas persoalan informasi dari sisi pandang biologi secara amat menarik dengan menelusuri proses kejadian biologis di dalam tubuh manusia dan kaitannya dengan peristiwa-peristiwa informasi di luar tubuh, termasuk yang terjadi di dalam masyarakat luas. Untuk menggambarkan kaitan ini, Goonatilake mengajak kita memeriksa bagaimana rangkaian kode yang terkandung di molekul-molekul DNA memicu dua proses informasi di dalam tubuh setiap mahluk hidup.

Pertama, DNA melakukan apa yang disebut proses transkripsi, yaitu membuat salinan (copy) dari perintah-perintah pembuatan protein ke dalam molekul-molekul RNA. Setiap molekul ini (disebut pula RNA “pembawa pesan”) menjauh dari DNA dan masuk ke lapisan cytoplasm dari sebuah sel untuk memicu kegiatan kedua, yaitu proses translasi untuk memproduksi protein yang akhirnya ikut menentukan karakteristik sebuah organisme. Mekanisme di dalam sel organisme inilah yang dianggap sebagai awal dari aliran “informasi genetik” yang selanjutnya membentuk semacam aliran silsilah atau garis keturunan (flow of lineage). Informasi genetik ini dibawa sejak awal masa pre-biotik sebagai sebuah garis keturunan sehingga ciri-ciri tertentu dari mahluk hidup tetap bertahan sejak awal kehidupan.

Selanjutnya, ulasan semakin menarik ketika kita melihat bahwa selain informasi genetika, ada lagi informasi lain yang dihasilkan oleh mahluk hidup secara biologis, yakni informasi sebagai hasil kerja hormon dan kegiatan urat syaraf. Pada dasarnya hormon menentukan cara mahluk hidup bereaksi terhadap rangsang atau keadaan, sedangkan urat syaraf juga melakukan hal yang sama tetapi dengan tingkat kerumitan dan kecepatan yang lebih tinggi. Hormon dihasilkan oleh sel-sel tubuh dan berfungsi sebagai pemicu reaksi kimiawi di sel-sel tubuh lainnya, dan selanjutnya rangkaian aksi-reaksi inilah yang muncul dalam bentuk aktivitas tubuh untuk membantu setiap mahluk hidup bereaksi dan menyesuaikan diri dengan lingkungan luar tubuhnya.

Sistem syaraf juga membantu mahluk hidup bereaksi terhadap lingkungan, dengan cara yang jauh lebih cepat dibandingkan sistem hormonal. Sistem syaraf ini terdiri dari sel-sel khusus yang berfungsi sebagai rangkaian simpul untuk mengirim, mengolah, dan menerima informasi, persis seperti sistem telekomunikasi buatan manusia saat ini. Komponen utama dari sistem syaraf adalah neuron (atau disebut juga sel syaraf) yang mampu mengirim dan menerima getaran-getaran yang mirip getaran listrik arus lemah. Getaran-getaran inilah yang secara terkoordinasi menyebabkan setiap mahluk hidup dapat “merasakan” lingkungan sekelilingnya. Di mahluk-mahluk hidup tingkat rendah, sistem urat syaraf ini jauh lebih sederhana, dan tidak memiliki “pusat pengendali”. Pada manusia, sistem syaraf ini merupakan sistem amat rumit dan memiliki pusat pengendali dalam bentuk otak.

Dari sisi pandang biologi, semua reaksi dan respon fisiologis terhadap lingkungan merupakan kemampuan dasar mahluk hidup itu untuk menyesuaikan diri atau belajar tentang lingkungannya, agar dapat bertahan hidup. Dengan demikian, maka informasi yang diproduksi dan berlangsung di dalam tubuh mahluk juga merupakan bagian yang fundamental dari keseluruhan proses belajar dan pembentukan kebiasaan (habituasi) mahluk hidup. Dengan kata lain, sistem urat syaraf manusia memang dianggap penting dalam proses kemampuan manusia untuk dapat hidup dalam kebiasaan-kebiasaannya, sehingga ikut pula menentukan atau ditentukan oleh kebudayaan atau kultur. Itu sebabnya Goonatilake menamakan proses informasi yang melibatkan hormon dan syaraf manusia ini sebagai proses neuro-cultural.

Selanjutnya, melalui berbagai proses evolusi di dalam tubuhnya, setiap mahluk hidup membangun kemampuan otak untuk membuat semacam model yang meniru dunia sekelilingnya alias models of the world. Pada mahluk-mahluk yang punya kemampuan intelegensia tinggi, seperti manusia, maka otak adalah organ yang mampu membangun gambaran tentang dunia di luar tubuh (dunia eksternal) untuk membantu mahluk hidup tersebut memahami lingkungannya. Kemampuan membangun model inilah yang pada manusia menjadi salah satu ukuran dari kecerdasan. Manusia lalu membangun berbagai model di dalam kepalanya sehingga menciptakan keragaman kecerdasan (multiple intelegence).

Hasil penggunaan kecerdasan yang pada dasarnya adalah proses produksi dan penggunaan informasi di dalam tubuh manusia akan “meluber” ke luar dalam bentuk perilaku-perilaku yang dapat terlihat oleh manusia lain. Dari sinilah kemudian terbentuk perilaku sosial, yaitu ketika satu manusia melakukan perilaku yang disesuaikan dengan perilaku manusia lainnya. Lewat perilaku ini pula terjadi pemindahan dan pertukaran informasi di luar tubuh manusia. Maka terciptalah sebuah aliran tak terputus, mulai dari informasi genetik yang berwujud produksi kimiawi oleh DNA dan RNA, sampai ke hormon, sistem urat syaraf, otak, sampai perilaku yang tertampak, lalu berlanjut ke perilaku sosial. Sebagian dari perilaku sosial ini kemudian menggunakan simbol-simbol, mulai dari gerak-gerik, suara, sampai aksara. Semua ini terjadi di luar tubuh manusia, sehingga dinamakan proses exosomatic.

Dari uraian di atas, Goonatilake dengan demikian telah membuat konsep tentang ada 3 jalur transmisi informasi yang dapat dikaitkan dengan kehidupan, yaitu garis-alur transmisi informasi genetik, neural-cultural, dan exosomatic (1991, hal. 118–120). Secara ringkas, rangkaian ketiganya dapat dilihat sebagai berikut:

  • Informasi genetika ditransmisikan melalui proses pewarisan biologis, dan dipengaruhi oleh seleksi alam. Goonatilake menganggap perubahan-perubahan genetika yang mengawali semua mahluk hidup dapat dikatakan sebagai “percakapan” dengan alam, dan percakapan yang sukses akan tersimpan dalam bentuk genome.
  • Sementara untuk elemen neural-cultural, Goonatilake menganggap bahwa semua mahluk hidup harus beradaptasi terhadap perbuahan alam setiap hari, dan ada umpanbalik yang terus menerus (feedback loop) antara sistem saraf dan lingkungan yang mempengaruhi keduanya. Hormon dan sistem syaraf menjadi saluran transmisi informasi kultural dari generasi ke generasi Goonatilake memberlakukan kombinasi neural-cultural sebagai garis alur kedua. Jadi, informasi dapat dipindahkan antara mahluk hidup dan lingkungan, dan dari mahluk ke mahluk lain melalui observasi atau komunikasi.
  • Selanjutnya, mengenai garis alur ketiga, Goonatilake mengatakan bahwa garis eksosomatik terdiri dari informasi-informasi yang disimpan di luar mahluk hidup sebagai “eksternalisasi memori”. Contohnya adalah semut yang meninggalkan jejak hormon untuk menuntun semut lain. Manusia yang jauh lebih canggih dari mahluk lainnya mampu membuat simpanan informasi yang lebih rumit, mulai dari lukisan gua, sampai buku, sampai pangkalan data digital.

Dengan mengaitkan proses biologi dengan proses informasi, maka Goonatilake mendefinisikan informasi sebagai “mekanisme pengaturan yang memungkinkan kemampuan untuk berurusan dengan lingkungan. Merupakan sebuah deskripsi simbolik yang memilki moda interpretasi dan berinteraksi dengan lingkungan” (hal.1).

Dengan kata lain, informasi adalah sebuah mekanisme yang mengatur mahluk hidup berhubungan dengan lingkungannya. Mekanisme ini merupakan elemen umum yang hadir sepanjang waktu dan turun-temurun. Sebagian dari mekanisme ini berwujud simbol-simbol yang menggambarkan sesuatu atau merujuk ke sesuatu yang lain.

Bacaan:

Gatlin, L.L. (1972), Information Theory and the Living System, New York : Columbia University Press.

Goonatilake, S. (1991). The evolution of information: Lineages in gene, culture and artefact. London: Pinter.

Holzmuller, W. (1984), Information in Biological Systems : the Role of Macro-molecules, Cambridge : Cambridge University Press.

Posted by sahal activities On 04.24

Madrasah Aliyah Negeri Kota Kediri3 adalah SMA negeri yang terletak di Jalan Letjend Soeprapto Nomor 58, Kelurahan Banaran, Kecamatan Kota, Kediri, Jawa Timur. Saat ini MAN 3 Kediri adalah Rintisan Madrasah Bertaraf Internasional yang diresmikan tahun 2010.

Sejarah

MAN 3 Kediri pada awalnya adalah Sekolah Guru Agama Islam (SGAI) Kediri yang berlokasi di barat alun-alun kota Kediri pada tanggal 25 Agustus 1950.
Setahun kemudian, SGAI diubah namanya menjadi Pendidikan Guru Agama Pertama Negeri (PGAP N), yang kemudian, namanya diubah lagi menjadi Pendidikan Guru Agama Negeri (PGAN) Kediri pada tahun 1960.
PGAN Kediri, pindah ke gedung baru, Jalan Letjend Soeprapto Nomor 48 pada tahun pelajaran 1966-1967. Berdasarkan SK. Menteri Agama Nomor 16 dan 17/1978, pada tanggal 16 Maret 1978, kelas 1, 2 dan 3 PGAN 4 thn berubah menjadi Tsanawiyah sedangkan eks-PGAN 6 tahun menjadi PGA.
Mulai 1 Juli 1992 tepatnya tahun ajaran 1990/1991 secara resmi PGAN Kediri dialihfungsikan menjadi MAN 3 Kediri. Alih fungsi ini berdasarkan SK. Mentri agama. RI tanggal 27 Januari 1992 no 42. Sebagai Kepala MAN 3 Kediri pertama kali adalah Drs. H. Soeparno.
Sejak alih fungsi PGAN Kediri menjadi MAN 3 Kediri, tepatnya pada bulan Juli 1992, sekolah ini telah mengalami banyak penyempurnaan dan kemajuan yang sangat pesat, apalagi setelah sekolah yang beralamat di Jalan Letjend Suprapto Nomor 58 ini termasuk salah satu dari 25 Madrasah Aliyah yang terpilih dalam program peningkatan mutu pendidikan Kontrak Prestasi tahun 2007 di seluruh Indonesia.
Kemajuan MAN 3 Kediri yang semakin membanggakan bisa dilihat dari sarana pembelajaran yang modern, fasilitas fisik yang lengkap, program-program madrasah yang dapat diunggulkan, prestasi sekolah maupun siswa di berbagai even perlombaan tingkat lokal, regional, nasional maupun internasional.

Organisasi di MAN 3 Kediri

Intrakurikuler

Organisasi resmi di bawah naungan MAN 3 Kediri adalah OSIS

Ekstrakurikuler

MAN 3 Kediri sangat terkenal dengan ekstrakurikuler, ekstrakurikuler di MAN 3 Kediri adalah organisasi di bawah naungan OSIS MAN 3 Kediri. Berikut adalah organisasi ekstrakurikukler yang ada di MAN 3 Kediri:
1. Studi Kerohanian Islam
2. Kopsis At-Taqwa
3. Tempat Penddikan Al Quran
4. PKS
5. PMR
6. Drum Band
7. Karate
8. Olah Raga
9. Seni Baca Qur’an
10. Teater Gaman
11. KIR An-Nahl
12. Jurnalistik
13. Kesenian
14. Pecinta Alam
15. Pramuka

Fasilitas

Fasilitas yang ada di MAN 3 Kediri adalah:
1. Kantin
2. Lapangan
3. Asrama Siswa
4. Masjid
5. Aula
6. Ruang UKS
7. Ruang Kesenian
8. Laboratorium Bahasa
9. Laboratorium IPA
10. Laboratorium Komputer